Kamis, 03 Mei 2012

MAKALAH POTENSI DI DESA BALAPULANG “SOSIOLOGI PEDESAAN”

MAKALAH POTENSI DI DESA BALAPULANG”\
“SOSIOLOGI PEDESAAN”




 


 




 

Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Sosiologi Pedesaan
Dosen Pengampu : Suwarsito, Spi. Msi



Di susun oleh :

Hendy Indra Setiawan
0901010088




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2010





KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “POTENSI DI DESA BALAPULANG”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Pedesaan.
Makalah ini berisi tentang :
a.    Potensi apa saja yang ada di Desa Balapulang ?.
b.    Bagaimana perkembangan perekonomian yang ada di Desa Balapulang?.
c.    Apa saja permasalahan yang ada di Desa Balapulang?.
d.   Bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Balapulang ?.
e.    Bagaimana konsep pengembangan dari Desa  Balapulang?.
Ucapan terima kasih penyusun sampaikan kepada :
1.  Yth. Bapak Suwarsito selaku Dosen mata kuliah Sosiologi Pedesaan, yang telah banyak membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
2.    Orang tua saya, yang telah membesarkan dan mendidik saya. Saya mutlak berterima kaih dan sekaligus meminta maaf kepada beliau berdua, karena hanya dengan dukungan mereka berdualah saya dapat melanjutkan pendidikan saya hingga perguruan tinggi. Penulis menyadari, tanpa beliau berdua, mustahil penulis bisa menjadi seperti sekarang. Begitu banyak pengorbanan yang beliau berikan kepada penulis, dari kecil hingga saat ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bearmanfaat bagi pembaca sekalian.


Purwokerto,   Januari 2011

Penulis





 
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................   i
KATA PENGANTAR .......................................................................................   ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I .... PENDAHULUAN ............................................................................   4
A.  Latar Belakang Masalah ................................................................ 4
B.  Rumusan Masalah .......................................................................... 5
C.  Tujuan dan Manfaat ....................................................................... 5
BAB II .. DASAR TEORI..................................................................................  6
BAB III . PEMBAHASAN ...............................................................................   9
A.  Desa Balapulang............................................................................. 9
B.  Potensi Desa ..................................................................................  9
C.  Perekonomian................................................................................. 12
D.  Permasalahan Yang Dihadapi ........................................................ 13
E.   Cara Pemecahan atau Solusi .......................................................... 14
F.   Konsep Pengembangan .................................................................  15
BAB IV.. PENUTUP .........................................................................................   17
A.  Kesimpulan .................................................................................... 17
B.  Saran .............................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 18








BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Desa, atau udik, menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan di Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi. Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari, dan di Papua dan Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat. menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis : Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat d). dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
ü Apa itu Desa Balapulang dan letak desa balapulang ?
ü Potensi apa saja yang ada di Desa Balapulang ?
ü Bagaimana perkembangan perekonomian di Desa Balapulang ?
ü Apa saja permasalahan yang ada di desa Balapulang ?
ü Bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Balapulang ?
ü Bagaimana konsep pengembangan dari Desa Balapulang ?

C.      Tujuan dan Manfaat
1.    Tujuan
ü Untuk mengetahui apa itu Desa Balapulang dan letak desa Balapulang.
ü Untuk mengetahui potensi apa saja yang ada di Desa Balapulang.
ü Untuk mengetahui bagaimana perkembangan perekonomian yang ada di Desa Balapulang.
ü Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang ada di Desa Balapulang.
ü Untuk mengetahui bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Balapulang.
ü Untuk mengetahui bagaimana konsep pengembangan yang ada di Desa Balapulang.
2.    Manfaat
ü Dapat mengetahui apa itu Desa Balapulang.
ü Dapat mengetahui potensi apa saja yang ada di Desa Balapulang.
ü Dapat mengetahui bagaimana perkembangan perekonomian yang ada di Desa Balapulang.
ü Dapat  mengetahui apa saja permasalahan yang ada di Desa Balapulang.
ü Dapat mengetahui bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Balapulang.
ü Dapat mengetahui bagaimana konsep pengembangan yang ada di Desa Balapulang.



BAB II
DASAR TEORI

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat dirubah statusnya menjadi kelurahan.
Kewenangan desa adalah :
  • Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa
  • Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa, yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat.
  • Tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
  • Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa.

Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi Desa (1977) menulis bahwa desa yaitu perwujudan geografis, sosial, ekonomis, politis, dan cultural yang ada di situ, dalam hubungannya dan pengaruh timbal balik dengan daerah lainnya.
·      Ciri-ciri desa :
ü Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar
ü Lapangan kerja agraris
ü Antar warga akrab
ü Masyarakat memegang tradisi
ü Masyarakat religius
ü Sifat gotong royong masih kental
·      Unsur  unsur desa :
ü Daerah meliputi ; lokasi, keadaan air, luas, keadaan tanah, bentuk lahan dan sebagainya.
ü Penduduk meliputi : jumlah, komposisi, kepadatan, tingkat kelahiran atau kematian, dan sebagainya.
ü Tata kehidupan meliputi : adat istiadat, sistem pergaulan, pola-pola budaya dan sebagainya.

·      Fungsi desa sebagai berikut :
1.    Desa sebagai Hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
2.    Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
3.    Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
4.    Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik  Indonesia.

·      Klasifikasi desa
1)   Berdasarkan potensinya, wilayah pedesaan dalam garis besarnya dapat di bagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.    Wilayah desa yang berpotensi tinggi, menempati lahan pertanian yang subur dan topografi yang datar atau agak miring, di lengkapi dengan fasilitas irigasi teknis.
b.    Wilayah desa yang berpotensi sedang, menempati lahan pertanian yang agak subur dengan topografi yang tidak merata, dengan fasilitas irigasinya sebagian teknis dan sebagian semiteknis.
c.    Wilayah desa yang berpotensi rendah, menempati lahan yang tidak subur dengan relief atau topografi berbukit, kesulitan mendapatkan air.
2)   Berdasarkan tingkat kemampuan potensi-potensi yang di miliki, desa dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
a.    Desa swadaya ( tradisional )
Yaitu wilayah pedesaan yang hampir seluruh masyarakatnya memenuhi kebutuhan dengan mengusahakan sendiri, bahkan jarang atau tidak pernah kontak dengan masyarakat luar, sehingga proses kemajuan lamban. Potensi sumber daya tidak berkembang. Kondisi sedemikian dialami desa-desa terpencil di pedalaman.
b.    Desa Swakarya ( transisi )       
Yaitu desa yang dapat mengembangkan potensi yang ada dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri, kelebihan produksi yang di hasilkan dapat di jual ke daerah lain dan dapat mengembangkan potensi alam, walaupun belum maju.
c.    Desa swasembada ( maju )
Yaitu desa yang dapat mengembangkan potensi secara optimal dan dapat menerapkan teknologi baru untuk memenfaatkan sumber daya yang di miliki, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Pola persebaran dan pemukiman desa menurut R Bintarto (1977) sebagai berikut:
1.    Pola Radial
2.    Pola Tersebar
3.    Pola memanjang sepanjang pantai
4.    Pola memanjang sepanjang sungai
5.    Pola memanjang sepanjang jalan
6.    Pola memanjang sejajar dengan jalan kereta api






BAB III
PEMBAHASAN

A.      Desa Balapulang
Balapulang Kulon adalah salah satu desa di Kecamatan Balapulang, Tegal, Jawa Tengah, Indonesia dan merupakan ibu kota dari kecamatan tersebut. Pada zaman penjajahan Belanda wilayah ini merupakan salah satu penghasil gula tebu, namun sekarang pabrik gula tersebut telah lama berhenti beroperasi.
Balapulang merupakan kota kecamatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai,salah satunya sarana transportasi yang menghubungkan desa/kecamatan satu dengan yang lain.contohnya angkudes balapulang - bumijawa, balapulang - jatibarang, balapulang - slawi, balapulang - margasari, balapulang - danawarih. dengan bertambahnya koperasi angkutan desa, kegiatan masyrakat di kecamatan balapulang sekitarnya terasa aman,lancar,dan efisien.
Letak geografis
Desa Balapulang Kulon berdiri disuatu lembah dekat dengan kaki Gunung Slamet pada ketinggian ± 90 dpl. Berjarak ± 26 km kearah selatan dari Kota Tegal dan bisa dicapai dengan bus antar kota dalam propinsi jurusan Tegal Purwokerto. Sebelah utara berbatasan dengan desa Semboja kecamatan Pagerbarang Tegal, sebelah timur dengan desa Balapulang Wetan, sebelah selatan dengan desa Banjaranyar dan sebelah barat dengan desa Cibunar Sebagian wilayahnya merupakan daerah pemukiman yang padat, Kawasan Ekonomi berupa pasar tradisional dan ruko, dan dikelilingi oleh persawahan dengan irigasi teknis yang subur dan hutan jati milik Perum Perhutani KPH Balapulang. ada dua kampung / dukuh yang terpisah dari desa induk yaitu :
·         Kampung Mangir yang terletak disebelah barat dan dipisahkan oleh hutan jati dan persawahan dari kampung induk sejauh ± 2500 m.
·         Kampung Dukuh Lapang yang terletak disebelah barat utara dan dipisahkan oleh rel kereta api dan persawahan dari kampung induk sejauh ± 500 m.

B.       Potensi Desa
Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia yang ada di dalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa terdiri atas komponen alam da komponen manusia.
Program pembangunan desa merupakan salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehjateraan masyarakat di lingkungan pedesaan. Adapun tujuannya yaitu sebagai berikut :
1.  Meletakkan landasan yang kokoh bagi mansyarakat.
2. Berkembang atas kekuatan dan kemampuan sendiri di dalam melaksanakan pembangunan desanya.
Berdasarkan potensi dan masalah-masalah yang diteui dalam pembangunan pedesaan, maka pembangunan pedesaan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Dinamis dan berkelanjutan
b. Menyeluruh , terpadu dan terkoordnasi
c. Terdapat keseimbangan yang serasi antara kewajiban pemerintah dan kewajiban masyarakat
Berdasarkan prinsip-prinsip pembagunan desa tersebut, maka kebijaksanaan pembangunan desa disususn berdasarkan pokok-pokok kebijaksanaan sebagai berikut:
a. Pemgembangan tata desa yang teratur dan serasi
b. Peningkatana kehidupa n ekonomi yang kooperatif.
c. Pemanfaatan sumber daya manusia dan ponetis alam yang ada
d. Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang esesnial
e. Peningkatan prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat.

1.    SDA (Sumber Daya Alam)
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia. Sumber daya alam di antaranya
yaitu:
a.    Air
Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup. Air yang ada telah di manfaatkan sebaik mungkin, di antaranya di gunakan untuk minum, mandi dan mencuci. air bermanfaat juga:
1.      sebagai sarana transportasi
2.      sebagai sarana wisata/rekreasi
3.      sebagai sarana irigasi/pengairan
4.      sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Tetapi di Desa Balapulang air hanya dimanfaatkan untuk minum, mandi, mencuci dan  irigasi atau pengairan.
b.    Udara
Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Angin dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber energi dengan menggunakan pembangkit listrik kincir angin.
c.    Tanah
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dan sebagian lainnya digunakan untuk lahan pemukiman.
d.   Hewan
Oleh masyarakat desa sumingkir, hewan telah di manfaatkan sebaik mungkin yaitu dengan cara di ternak.hewan yang di ternakan  di desa Balapulang di antaranya, sapi, kerbau, kambing dan ayam.
e.    Tumbuhan
ü Pertanian
Pertanian di desa balapulang menghasilkan berbagai macam tumbuhan, antara lain padi, jagung, dan palawija ( kacang-kacangan dan cabai ).
ü Perkebunan
Jenis tanaman yang ada di desa balapulang yaitu kelapa, jati, dll.

2.    SDM (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Menurut sensus 2010, Di kecamatan balapulang berpenduduk 81092 orang, jumlah laki-laki 40211 orang, jumlah perempuan 40881 orang.
Sedangkan di desa balapulang sendiri penduduk berjumlah sekitar 4885 orang, jumlah laki-laki sekitar 2568 orang dan jumlah perempuan 2317.
ü Belum produktif ( <  15 th ) = 1256 orang
ü Produktif ( 15 – 60 th ) =  2890 orang
ü Non produktif ( > 60 ) = 739 orang
Jadi dapat disimpulkan bahwa di Desa Balapulang lebih banyak orang yang berusia produktif atau lebih banyak orang yang sudah bisa bekerja daripada usia nonproduktif.

C.      Perekonomian
Masyarakat Balapulang berprofesi sebagai petani, peternak, pengrajin furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri / TNI / Polisi / swasta dan sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia. Dengan melambungnya harga kayu jati sebagai bahan mentah untuk furniture banyak home industri di bidang ini yang mati suri, karena harga jual produk tidak dapat menutup biaya produksi. Sehingga banyak warga yang berprofesi dibidang ini pergi merantau kedaerah lain seperti Jakarta, Bandung dan lain lain. Penggerak roda ekonomi lainnya adalah perdagangan di pasar tradisional yang cukup ramai terutama pada hari pasaran Manis / Legi menurut sistem Kalender Jawa.                                                                                                                                                                                                                                                                        
Pertanian di desa balapulang cukup baik. Ada sekitar 335 orang bermata pencaharian sebagai petani. Rata-rata mereka menanam padi, jagung dan palawija ( kacang-kacangan dan cabai), Di desa Balapulang sedikit yang mempunyai kolam untuk usaha perikanan. Ikan yang dipelihara di antaranya: Ikan Mas, Mujaer, Guraneh, Lele, Tawes. Ada banyak orang masyarakat Desa Balapulang yang bermata pencaharian sebagai buruh. Ada yang sebagai buruh tani dan ada juga yang bermata pencaharian sebagai karyawan pabrik, tukang becak, tukang cukur rambut, dll.
Pada hari itu pasar tradisional buka lebih lama dari waktu biasanya. Di Balapulang banyak bangunan yang berfungsi sebagai gedung peternakan burung walet yang menghasilkan sarang walet yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Sarang walet tersebut adalah air liur burung walet yang setelah dibersihkan dapat diolah menjadi sup sarang burung yang enak dan mahal serta menjadi hidangan yang eksotik. Menu makanan ini sangat disukai oleh masyarat keturunan Tionghoa baik di dalam maupun di luar negeri.
D.      Permasalahan Yang Dihadapi
1.    Kesehatan
Masyarakat di Desa Balapulang ini masih belum memperhatikan kesehatan mereka masing-masing. Tapi tidak semua masyarakat Desa Sumingkir belum memperhatikan kesehatan. Mereka tidak berpikiran atau tidak mempedulikan kesehatannya. Tapi ada juga yang sudah memperhatikan kesehatan tapi hanya segelintir orang saja. Masyarakat yang belum memperhatikan kesehatan umumnya mereka yang berpendidikan rendah dan yang kurang mampu. Sebenarnya mereka mengetahui tentang pentingnya kesehatan. Masyarakat biasanya berobat ke puskesmas atau rumah sakit, apabila sakit yang di alami sudah mulai parah. Padahal menjaga kesehatan sangatlah mudah daripada mengobati.

2.    Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan merupakan suatu ilmu yang kita pelajari. Dengan adanya pendidikan kita dapat mempelajari dan mengetahui tentang ilmu-ilmu yang penting. Pendidikan sangat penting kita dapatkan, karena jika kita tidak mengetahui dan mendapatkan ilmu kita akan mudah di tipu dan dipermainkan oleh orang. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan.
Tapi pendidikan di desa balapulang sudah lumayan baik, sudah ada peningkatan mutu pendidikan. namun ada sebagian masyarakat yang menganggap kalau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi itu hanya membuang waktu saja, toh akhirnya juga akan bekerja. Semua itu karena para masyarakat tidak mengetahui betapa pentingnya pendidikan dalam menjalani kehidupan.

3.    Teknologi
Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita.Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
Pada zaman sekarang teknologi sudah sangat modern bagi masyarakat, semua orang telah dimudahkan dengan teknologi yang ada. Di Desa Balapulang ini, teknologi yang dipunyai yaitu semi modern (menuju ke modern). Karena masyarakat di Desa Balapulang ini pendidikannya sedikit ada yang masih rendah sehingga masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara memanfaatkan teknologi itu, tapi ada juga masyarakat yang sudah memanfaatkan teknologi, diantaranya oleh para petani yang dulunya membajak sawah dengan memanfaatkan hewan sekarang telah ada yang menggunakan traktor sehingga dapat menyingkat waktu. Selain itu, teknologi komunikasi juga sudah dimanfaatkan sebaik mungkin, rata-rata masyarakat Sumingkir sudah mempunyai handphone. Ada pula orang yang bisa teknologi tapi menyalahgunakan teknologi tersebut.

4.    Pekerjaan
Rata-rata masyarakat di Desa Balapulang bermata pencaharian sebagai Masyarakatnya sebagian berprofesi menjadi petani, peternak, pengrajin furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri / TNI / Polisi / swasta dan sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia. Ada juga yang menjadi buruh,baik buruh tani atau pun sebagai buruh di Industri kompos. Itu dikarenakan mereka berpendidikan rendah sehingga cuma ada mereka berpendidikan rendah sehingga cuma ada lapangan mereka  sebagai buruh saja yang mau menerima mereka. Selain karena berpendidikan rendah, juga mereka tidak mempunyai modal untuk membuat lapangan usaha sendiri.

E.       Cara Pemecahaan Atau Solusi
Semua desa baik itu maju maupun berkembang pastilah mempunyai permasalahan yang harus diatasi dan diberikan solusi, tidak ada permasalahan yang mempunyai solusi.
o  Kesehatan
Masyarakat di Desa Balapulang masih belum memperhatikan kesehatan.
Agar mereka memperhatikan kesehatan. Sebaiknya ada penyuluhan dan sosialisasai yang dilakukan oleh suatu lembaga tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sosialisasi itu tidak hanya menerangkan bagaimana cara memperhatikan kesehatan tapi didalam sosialisasi ini harus ada yang memberikan contoh bagaimana cara memperhatikan kesehatan
o   Pendidikan
Tidak hanya tentang kesehatan, tentang Pendidikan yang masih rendah di Desa Balapulang perlu di adakan sosialisasi yang menerangkan  bahwa pendidikan sangatlah penting.dan bahwa pemerintah telah mewajibkan belajar 9 tahun dengan biaya gratis. Masyarakat harus memanfaat peraturan pemerintah ini.
o   Teknologi
Di Desa Balapulang belum semua masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik.Dengan masalah ini desa harus memberi pelatihan tentang teknologi yang sudah modern. Sehingga masyarakat Desa Balapulang mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin.
o   Pekerjaan
Sebagian besar penduduk Desa Balapulang bermata pencaharian sebagai petani. Karena tidak semua petani dapat memanfaatkan teknologi,maka perlu diadakan pelatihan tentang teknologi pertanian agar para buruh bisa bekerja dengan waktu yang singkat dan tidak mengeluarkan biaya yang mahal.

F.       Konsep Pengembangan
Desa Balapulang merupakan desa yang tergolong sebagai desa sedang  berkembang karena untuk menjadikan desa Balapulang menjadi desa yang maju, maka pemerintah desa harus memikirkan bagaimana agar desa Balapulang ini bisa menjadi maju dengan cara memanfaatkan potensi desa yang ada. Dan perlu  diadakan sosialisasi, pendampingan serta konsultasi agar benar dan tepat. Dan pemerintah desa harus membuat koperasi yang mampu memberikan permodalan kepada orang yang tidak mempunyai modal.
Ø Peternakan
Umumya mereka berternak  hanya untuk simpanan-simpanan saja, berternak hanya untuk simpanan saja, bukan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam hal ini pemerintah desa harus mengadakan sosialisssi pendampingan dan konsultasi tentang bagaimana cara memanfaatkan ternak yang mereka punya dan bagaimana cara berternak yang baik, agar ternak yang mereka kelola dapat  bernilai mahal dipasaran.
Ø Perikanan
Di Desa Balapulang ini masing-masing tidak harus banyak yang berternak ada juga yang mempunyai kolam ikan. Agar hasil panen ikan mereka banyak dan bernilai tinggi di pasaran. Pemerintah desa harus mengadakan sosialisasi, pendampingan dan konsultasi tentang bagaimana cara beternak ikan yang baik agar ikan tidak terkena penyakit sehingga hasil panen ikan akan berlimpahdan bernilai  tinggi dipasaran serta diadakan pelatihan tentang tehnologi yang dapat  dimanfaatkan dalam perikanan.
Ø Pertanian
Di Desa Balapulang ini sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani.umunya para petani menanam padi,  untuk meningkatkan semangat para petani. Pemerintah desa perlu melakukan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu dengan melakukan sosialisasi, pendampingan serta konsultasi tentang teknologi yang dapat membantu dalam urusan pertanian, seperti traktor dapat membantu petani dalam membajak sawah sehingga menghemat waktu, serta memperkenalkan bibit yang unggul serta  pupuk yang  tepat  dan benar, serta diberi  pengarahan tentang  bagaimana cara mengairi sawah agar tidak terjadi konflik antara petani yang satu dengan yang lain.






BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
·         Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
·         Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia yang ada di dalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa terdiri atas komponen alam da komponen manusia.
·         Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia
·         Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
·         Balapulang merupakan kota kecamatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai,salah satunya sarana transportasi yang menghubungkan desa/kecamatan satu dengan yang lain
·         Jadi apabila masyarakat desa sudah  mengetahui potensi apa saja yang ada di desa mereka maka masyarakat akan lebih mudah. Mengetahui bagaimana cara memanfaatkan potensi yang ada di desa mereka sebaik mungkin.

B.       Saran
·         Saran yang saya ajukan adalah sebaiknya pemerintah daerah harus bisa lebih cermat dalam menghadapi situasi yang ada di daerahnya.
·         Setelah membaca dan menghayati makalah tersebut diharapkan para pembaca  senantiasa mau memanfaatkan potensi yang  ada di desa mereka sebaik mungkin sehingga dapat menguntungkan desa mereka.
·         Potensi desa bisa memajukan desa itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA


id.wikipedia.org/wiki/Desa diakses pada tanggal 4 januari 2011
id.wikipedia.org/wiki/Balapulang,_Tegal diakses pada tanggal 4 januari 2011

0 comments:

Poskan Komentar

 

Blogroll

Blogroll2