Jumat, 05 Desember 2014

PERSEBARAN ARUS LAUT DI DUNIA




A. Di Samudera Pasifik
1) Di sebelah utara khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
b. Arus Kuroshio, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
c. Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
d. Arus Oyashio, merupakan arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang karena ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.
   
2) Di sebelah selatan khatulistiwa 
a.   a. Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
b.     b. Arus Humboldt atau Arus Peru, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang serta didorong oleh angin  pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
    c. Arus Australia Timur, merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
d.       d. Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 derajat - 40 derajat LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.

B. Di Samudera Atlantik
1) Di sebelah utara khatulistiwa
a.    a. Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan dan didorong angin pasat timur laut.
b.     b. Arus Teluk Gulfstream, merupakan arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar dan merupakan arus panas. Arus khatulistiwa utara (ditambah dengan sebagian arus khatulistiwa selatan) semula masuk ke Laut Karibia terus ke Teluk Mexiko dan keluar dari teluk ini melalui Selat Florida (sebagai Arus Florida). Arus Florida yang segera bercampur dengan  Arus Antillen merupakan arus besar yang mengalir di sepanjang pantai timur Amerika Serikat ke arah timur. Arus inilah yang disebut arus teluk sebab sebagian dari arus ini keluar dari teluk Meksiko.
c.     c. Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, merupakan arus dingin yang mengalir dari laut Kutub Utara ke selatan menyusur pantai timur Tanah Hijau. Arus ini didorong oleh angin timur (yang berasal dari daerah kutub).
d.     d. Arus Labrador, berasal dari laut Kutub Utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timurLabrador. Arus ini didorong oleh angin timur dan    merupakan arus dingin, yang pada umumnya membawa ''gunung es'' yang ikut dihanyutkan.
e.     e. Arus Canari, merupakan arus menyimpang dan termasuk arus dingin. Arus ini merupakan lanjutan sebagian arus teluk yang mengubah arahnya setelah pengaruh daratan Spanyol dan mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara.  

2) Di sebelah selatan khatulistiwa 
a.   a. Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Sebagian dari arus ini masuk ke utara (yang bersama-sama dengan arus Khatulistiwa Utara ke Laut Karibia) sedangkan yang sebagian lagi membelok ke selatan. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
b.     b. Arus Brazilia, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (khususnya Brazilia). Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus panas.
c.     c. Arus Benguela, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin, yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
d.      d. Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30 derajat - 40 derajat LS) sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat dan merupakan arus dingin.

C. Di Samudera Hindia
1) Di sebelah utara khatulistiwa
Arus laut samudera ini keadaannya berbeda dengan samudera lain, sebab arah gerakan arus tak tetap dalam setahun melainkan berganti arah dalam 1/2 tahun, sesuai dengan gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus tersebut adalah sebagai berikut.
a.    a.  Arus Musim Barat Daya, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapat hambatan dari gerakan angin pasat timur laut.
b.    b.  Arus Musim Timur Laut, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri Teluk Benguela dan Laut Arab. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat   sebab di dorong oleh dua angin yang saling memperkuat, yaitu angin pasat timur laut dan angin musim timur laut.


2) Di sebelah selatan khatulistiwa 
a.  a. Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nantinya pecah menjadi dua (Arus Maskarena dan Arus Agulhas setelah sampai di timur Madagaskar). Arus   ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
b.   b. Arus Maskarena dan Arus Agulhas, merupakan arus menyimpang dan merupakan arus panas.Arus ini juga merupakan lanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan, menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat.
c.    c. Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusur pantai barat Benua Australia. Arus ini     termasuk arus menyimpang dan merupakan arus dingin yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
 

Panas
Dingin


Minggu, 09 Maret 2014

Konsep Geografi


Assalamualaikum wr.wb...

Selamat pagi buat para pembaca blog yang baik hati, tidak sombong dan banyak makan…*hehee.. ternyata sudah cukup lama saya tidak meng’update blog saya, terakhir kalo gak salah 1 tahun yang lalu…
Okee, berhubung sekarang saya sudah lulus kuliah (sejak april 2013), otomatis sudah tidak lagi meng’update tentang materi/tugas kuliah (kecuali ada yang belum terposting)…
Langsung saja kali ini saya akan mencoba untuk mem’posting MATERI-MATERI GEOGRAFI yang ada di Sekolah. Monggoo di simak…


KONSEP-KONSEP GEOGRAFI

1.      Konsep Lokasi à Berkaitan dengan Lokasi suatu wilayah.
a.       Lokasi absolute : Letak suatu tempat ditinjau dari letak astronomis.
Contoh = Indonesia terletak antara 60LU-110LS dan 950 BT-1410 BT.
b.       Lokasi Relatif : Letak suatu tempat dilihat dari letak geografis.
Contoh =
1)     Indonesia berada di antara benua Asia dan Australia
2)     Tanah yang lokasinya di daerah perkotaan biasanya harganya lebih mahal.
3)     Tegal berada di antara Brebes dan Pemalang.

2.      Konsep Jarak à Berkaitan dengan Jarak suatu tempat.
a.     Jarak absolute : Jarak antara dua tempat yang ditarik garis lurus atau jarak sebenarnya.
Contoh =  Jarak kota X dan Y adalah 80 km.
b.     Jarak Relative : jarak anatara dua tempat dengan pertimbangan tertentu misal waktu, aksesibilitas dan biaya.
Contoh = Jarak antara kota A dan B ditempuh dengan waktu 2 jam menggunakan kendaraan bermotor,

3.      Konsep Keterjangkauan à Mudah tidaknya sesuatu apabila dijangkau.
Contoh =
1)     Untuk menuju ke Semarang lebih mudah dari Solo dibanding dari Karimun jawa karena sarana dan prasarana transportasi Semarang-Solo lebih mudah.
2)     Desa yang dikelilingi rawa dan hutan akan sulit dijangkau daripada desa yang letaknya di tepi pantai
3)     Penduduk di daerah pegunungan sulit djangkau daripada penduduk yang tinggal di daerah dataran rendah karena kurangnya sarana komunikasi, IPTEK, dan transportasi yang ada di daerah pegunungan daripada di dataran rendah

4.      Konsep Morfologi à Berkaitan dengan morfologi / relief / tinggi rendahnya permukaan bumi.
Contoh =
1)     Dataran tinggi di daerah puncak Bogor, lahannya dimanfaatkan untuk perkebunan teh.
2)     Dataran rendah biasanya digunakan untuk lahan pertanian.

5.      Konsep Aglomerasi à Pengelompokan.
Contoh = orang-orang perkotaan lebih senang tinggal mengelompok di perumahan elit.

6.      Konsep Pola à Berkaitan dengan pola, susunan atau bentuk fenomena di muka bumi.
Contoh =
1)     Pola pemukiman di tepi pantai cenderung mengikuti garis pantai
2)     Pola sungai di daerah lipatan pada umumnya berbentuk trellis

7.      Konsep Interaksi / Interdependensi à Fenomena yang saling berhubungan.
Contoh =
1)     Desa membutuhkan barang industri, Kota membutuhkan hasil pertanian, maka dari itu desa dan kota saling berinteraksi.
2)     Mata pencaharian di daerah pantai adalah nelayan.

8.      Konsep Nilai Kegunaan à Sesuatu memiliki nilai lebih.
Contoh =
1)     Pegunungan memiliki nilai lebih bagi penduduk kota daripada penduduk yang tinggal di daerah pegunungan karena penduduk kota menganggap pegunungan memiliki nilai kegunaan yang tinggi untuk rekreasi.
2)     Laut memiliki nilai kegunaan bagi para nelayan, dibandingkan petani.
3)     Hutan memiliki nilai kegunaan bagi pecinta alam dibandingkan pelajar.

9.      Konsep Diferensiasi Area à Perbedaan wilayah.
Contoh =
1)     Penduduk yang tinggal di daerah pantai bermata pencaharian nelayan, berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah rendah cenderung mata pencahariannya petani.
2)     Makanan khas di Tegal adalah Tahu aci, sedangkan makanan khas Jogja adalah Gudeg.

10.  Konsep Keterkaitan Keruangan (Asosiasi ) à Hubungan antar ruang.
Contoh =
1)     Keterkaitan antara tingkat erosi dengan kesuburan tanah, Semakin besar tingkat erosi maka kesuburan tanah semakin berkurang.
2)     Ruang Kota Jakarta terkait dengan ruang Kota Bandung. Setiap akhir pekan, jalur atau jalan sekitar Puncak-Bogor selalu macet karena banyak orang Jakarta yang ingin berlibur di Bandung.


 Buat materi selanjutnya, akan segera menyusul, thanks ;))

wassalamualaikum wr.wb...

Kamis, 06 Desember 2012

Contoh Artikel ILmiah Geografi



ABSTRAK
PENERAPAN MODEL BELAJAR PICTURE AND PICTURE  UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI
MAN  PURWOKERTO 1 PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
Oleh:
Hendy Indra Setiawan

Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran picture and picture  dalam pembelajaran Geografi dan Untuk mengkaji terdapat atau tidaknya peningkatan minat dan hasil belajar geografi siswa dengan menggunakan metode Picture and picture. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan memberi angket pada responden (siswa). Berdasarkan minat dan  hasil belajar dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada pelajaran geografi pada materi persebaran fauna di dunia dengan menggunakan metode pembelajaran picture and picture, kelas XI IPS 3 merupakan kelas yang tertinggi dalam hasil belajar, hal ini disebabkan minat belajar yang tinggi pula.
Kata Kunci : Belajar, Model Pembelajaran  Picture and Picture, Minat Belajar, Hasil Belajar, dan Pembelajaran Geografi




1.      PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi setiap saat mengalami kemajuan. Hal ini harus diikuti dengan perkembangan kualitas sumber daya manusia didalamnya. Perkembangan kualitas sumber daya manusia tidak dapat lepas dari perkembangan dan kualitas sebuah pendidikan. Pendidikan adalah hal yang sangat mendasar dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, untuk menciptakan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan produktif diperlukan system pendidikan yang berkualitas. Sehingga perlunya perbaikan-perbaikan dalam system pendidikan di Indonesia yang sesuai dengan perkembangan dan perubahan zaman. Salah satu hal yang harus diperbaiki adalah proses belajar mengajar dikelas.
Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan paling utama dalam pendidikan di sekolah. Dalam proses ini akan terciptanya tujuan pendidikan secara umum maupun tujuan khusus seperti perubahan tingkah laku siswa menuju ke arah yang lebih baik. Sehingga siswa memiliki kemampuan dan dapat menghadapi perubahan dan tuntutan zaman, dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan pokok.
Kondisi siswa yang merasa kurang tertarik dengan metode pembelajaran ceramah membuat guru berpikir bagaimana agar pembelajaran terjadi secara efektif, menarik dan menyenangkan, bukan pembelajaran yang membuat mereka mengantuk. Kondisi tersebut jelas berpengaruh dengan minat dan hasil belajar.
Guru yang menguasai materi yang akan diajarkan dan mampu mengelola strategi belajar yang tepat, memilih media pengajaran dan mengevaluasi hasil belajar itu ialah petugas professional, petugas yang khusus dilatih untuk itu sehingga tanpa latihan serupa itu ia tidak akan bisa melaksankan tugasnya dengan baik. Jadi, paling tidak guru itu harus mampu memilih strategi belajar mengajar yang sesuai dengan misi pendidikan  ( Eka Wijana, 2011 halaman 2 )   
Plato mengatakan bahwa : Tujuan pendidikan sesunggguhnya adalah penyadaran terhadap selfknowing dan selfrealzation kemudian inquiry dan reasioning and logic. Maksudnya yaitu tujuan pendidikan memberikan penyadaran terhadap yang diketahuinya, kemudian pengetahuan tersebut harus direalisasikan sendiri dan selanjutnya mengadakan penelitian serta mengetahui hubungan kasual, yaitu alasan dan alur pikirnya.
Dengan realita yang ada maka penulis mencoba menerapkan dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran picture and picture dalam ilmu geografi sehingga diharapakan model pembelajaran picture and picture mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki masing-masing siswa dalam berpikir maupun ketrampilan dan tentunya memotivasi siswa untuk memahami konsep geografi.
Kelebihan metode picture and picture adalah Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa, karena metode ini bersifat individu bukan kelompok, selain itu metode ini Melatih siswa untuk berpikir logis dan sistematis, karena dengan metode ini siswa mampu membayangkan dunia nyata lewat gambar-gambar. Sedangkan Kekurangan metode picture and picture adalah Memakan banyak waktu,karena siswa bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar tersebut jadi memakan waktu yang lama, selain itu banyak siswa yang pasif/kurang aktif berbicara dikarenakan siswa hanya dituntut untuk memasang gambar saja.

Tujuan
Dari beberapa uraian diatas penelitian ini bertujuan,
1.    Untuk mengkaji minat siswa terhadap penerapan model pembelajaran picture and picture  dalam pembelajaran Geografi.
2.   Untuk mengkaji peningkatan hasil belajar geografi siswa dengan menggunakan metode Picture and picture.

2.      KAJIAN LITERATURE

Kajian Pustaka
  1. Pengertian Minat
            Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subjek, merasa tertarik pada bidang/ hal tertentu, dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu (Winkel, 1986 : 30). Minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukan bahwa subjek lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu akyivitas. Seseorang yang memiliki minat terhadap objek tertentu cenderumg untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap objek tersebut. Minat idak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian.
            Menurut Slameto (1995: 180) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal/ aktivitas, tanpa ada yang mempengaruhinya. Minat pada dasrnya adalah penerimaan pada suatu hubungan antara diri sendiri dengan seseutu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya.
Minat adalah salah satu aktivitas manusia yang berhubungan dengan aspek psikis dan fisik, yang disadari dengan segera direalisir pada aktivitas nyata dengan sengaja disertai dengan perasaan senang dan seseorang merasa lebih berharga dengan aktivitas tersebut.
2.      Pengertian Hasil Belajar
Perubahan seseorang dari tidak tahu menjadi tahu merupakan hasil belajar, yang terpenting sebenarnya dalam belajar adalah proses belajarnya karena didalam proses itulah murid bisa belajar banyak hal.
Hasil belajar menurut Sudjana (1990:22) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
Gagne mengungkapkan ada lima kategori hasil belajar, yakni : informasi verbal, kecakapan intelektul, strategi kognitif, sikap dan keterampilan. Sementara Bloom mengungkapkan tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu : kognitif, afektif dan psikomotorik (Sudjana, 1990:22).
Sedangkan menurut Sardiman (2007:39-47), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah :
1.      Faktor ekstern (dari luar) siswa.
Faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar dia antaranya adalah lingkungan fisik dan non fisik (termasuk suasana kelas dalam belajar, seperti riang gembira, menyenangkan), lingkungan social budaya, lingkungan keluarga, program sekolah, guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman sekolah.
Guru merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap proses maupun hasil belajar, sebab guru merupakan manajer atau sutradara dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut agar mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, aktif dan menantang.
2.      Faktor intern (dari dalam) diri siswa
Faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar diantaranya motivasi, sikap, kebiasaan belajar, dan konsep diri (Djaali.2008:101).
a)      Motivasi;
Menurut Purwanto (1997:60) motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Sedangkan Suryabrata (1984:70) mengemukakan bahwa motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan.
b)      Sikap;
Sikap dapat didefinisikan dengan berbagai cara dan setiap definisi berbeda satu sama lain. Djaali (2008:114) menyampaikan pendapat dari beberapa ahli tentang definisi sikap, diantaranya Trow mendefinisikan sikap sebagai suatu kesiapan mental atau emosional dalam beberapa jenis tindakan pada situasi yang tepat.
c)      Kebiasaan belajar;
Kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Perbuatan kebiasaan tidak memerlukan konsentrasi perhatian dan pikiran dalam melakukannya (Djaali. 2008:128).
d)     Konsep Diri;
Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa yang ia ketahui dan rasakan tentang perilakunya isi pikiran dan perasaanya, serta bagaimana perilakunya tersebut berpengaruh pada orang lain (Anant Pai dalam Djaali (2008:129)


2.      Model belajar picture and picture
Pengertian Model Belajar picture and picture
Belajar dan bermain memiliki persamaan yang sama yaitu terjadi perubahan yang dapat mengubah tingkah laku, sikap dan pengalaman, sebaliknya keduanya terdapat perbedaan pada tujuannya, kegiatan belajar mempunyai tujuan yang terletak pada masa depan. Sedangkan kegiatan bermain tujuan kesenangan dan kepuasannya diwaktu kegiatan permainan itu berlangsung.
Dalam model pembelajaran ini, para siswa dipandang sebagai objek dan subyek pendidikan yang mempunyai potensi untuk berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki, jadi dalam hal ini guru sebagai fasilitator belajar.
Dalam kegiatan pembelajaran, pengajaran dan pengaturan proses belajar mengajar menentukan keberhasilan pembelajaran. Keduanya saling mendukung satu sama lain. Untuk mencapai tujuan pembelajaran geografi diperlukan kesetimbangan antara keduanya.
Salah satu komponen pengajaran adalah pemanfaatan berbagai strategi pembelajaran secara dinamis dan kemampuan guru untuk dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok bahasan geografi.
Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran kurang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar geografi. Guru dapat memilih dan menggunakan beberapa metode pembelajaran, dimana metode pembelajaran yang dipakai dapat menarik perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar geografi siswa, ditunjukkan dengan siswa-siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dikelas.
Menurut Suprijono (2010: 110) metode Picture and Picture adalah metode pembelajaran yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Dalam hal ini guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, menyampaikan materi sebagai pengantar. Setelah itu guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Siswa tidak hanya mendengar dan membuat catatan, guru memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Ditanyakan juga alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut.

3.      METODOLOGI  PENELITIAN
                                                          
a.      Subjek, Lokasi Dan Waktu Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI. Lokasi penelitian adalah MAN  Purwokerto 1, yang berjumlah 3 kelas dengan jumlah 106 siswa. Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran picture and picture dimana metode tersebut menggunakan gambar-gambar yang dapat menarik perhatian siswa sehingga dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas serta proses kooperatif pada metode tersebut dapat memacu sisiwa dalam belajar geografi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan September 2012 menyesuaikan jadwal pelajaran.

b.      Prosedur Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang pelaksanaannya dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap-tahap pelaksanaan meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) yang dirangkai dalam satu siklus kegiatan. Dengan rincian sebagai berikut :
Siklus I
1)      Tahap Perencanaan
Sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas maka terlebih dahulu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :
a)      Menganalisis materi pelajaran geografi MAN  Purwokerto 1.
b)      Menyiapkan rencana pembelajaran.
c)      Mempersiapkan alat-alat bantu pengajaran dalam rangka optimalisasi proses belajar mengajar dengan menggunakan metode Picture and picture.
d)     Menyiapkan materi untuk dipresentasikan, yang mencakup pokok-pokok materi. Disamping Picture and Picture, penyampaian materi pelajaran juga dikombinasikan dengan beberapa metode lainnya seperti demonstrasi, ceramah  tanya jawab dan diskusi.
e)      Membuat pedoman observasi untuk memberikan penilaian terhadap proses belajar mengajar dikelas yaitu observasi minat, motivasi dan sikap antusias.


2)      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Adapun pelaksanaan tindakan pada siklus I ini berlangsung selama 1 (satu) kali pertemuan yaitu sebagai berikut :
Pertemuan I :
a)      Pendahuluan
(1)   Kegiatan Apersepsi
(2)   Guru menyiapkan perangkat pembelajaran
(3)   Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
b)      Kegiatan inti
(1)   Guru menjelaskan mengenai pengertian materi yang dibahas secara umum
(2)   Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
(3)   Guru memberikan pertanyaan tentang materi yang baru saja disampaikan
(4)   Siswa dipersilahkan bertanya bila ada yang kurang jelas
(5)   Picture and picture adalah suatu model pembelajaran dengan menggunakan gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi dimana siswa menempelkan gambar sehingga sistematis.
(6)   Guru mengkonfirmasi gambar yang sudah ditempel oleh siswa serta menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar.
(7)   Peserta didik harus dapat menjawab pertanyaan dari guru dengan menempel gambar yang merupakan jawaban.
c)      Penutup
(1)   Guru merangkum materi pelajaran
(2)   Guru memberikan motivasi dan stimulus

3)      Tahap Observasi dan Evaluasi
Pada tahap ini dilakukan proses observasi dan pencatatan selama kegiatan proses belajar mengajar berlangsung. Pencatatan dilakukan oleh guru dan dibantu oleh rekan observator dalam mengisi lembar observasi.

4)      Analisis dan Refleksi
Hasil analisis kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk melaksanakan siklus II jika masih terdapat kekurangan.

c.       Teknik Pengumpulan Data
1.      Sumber data : Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru MAN Purwokerto 1.
2.      Jenis data  : Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif  yaitu jumlah siswa ( responden ) dengan jawaban rata-rata yang diperoleh berdasarkan angket, dan data  kualitatif yaitu jawaban dari siswa-siswa ( responden ) dari beberapa pertanyaan yang disebutkan dari hasil observasi dalam proses belajar mengajar yang berupa pertanyaan-pertanyaan dalam angket berikut ini :
a)      Menurut anda bagaimanakah penerapan metode pembelajaran picture and picture?
b)      Apakah pembelajaran tersebut menarik?
c)      Apakah dengan metode picture and picture anda dapat lebih memahami materi yang diajarkan?
d)     Dengan metode tersebut apakah anda menemui kesulitan yang berarti?
e)      Apa harapan anda setelah selesai pembelajaran melalui metode picture and picture?
3.      Cara pengambilan data :
Data mengenai peningkatan minat belajar siswa diperoleh melalui pemberian lembar angket pasca pelaksanaan tindakan, sedangkan hasil belajar melalui tes.

d.      Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang dilakukan dengan menggunakan deskriptif dari hasil tanggapan siswa, sedangkan pada table frekuensi untuk menganalisis hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi dengan menggunakan metode picture and picture.




4.      HASIL DAN PEMBAHASAN

a.       Minat siswa pada pembelajaran dengan menggunakan medote picture and picture
Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan terhadap proses pembelajaran dengan menerapkan model picture and picture secara keselurahan pada materi persebaran fauna di dunia dengan sampel siswa MAN Purwokerto 1 kelas XI ips 1, 3, dan 5 sebanyak 106 responden. Kami memilih sampel siswa kelas XI IPS 1, 3 dan 5 karena diantara kelas-kelas yang lainnya ketiga kelas ini memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah, selain itu minat untuk mengikuti pelajaran cenderung masih rendah pula, sehingga peneliti memutuskan untuk mengambil sampel kelas XI IPS 1, 3 dan 5 dalam melakukan penelitian, dengan harapan minat dan hasil belajar dapat meningkat.
           
Hasil dari jawaban responden yaitu sebagai berikut:
1)      Untuk butir soal nomor 1 jumlah siswa yang menjawab baik dalam penerapan metode pembelajaran picture and picture yaitu sebanyak 86 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 yaitu 29 siswa, XI ips 3 sebanyak 28 siswa dan XI ips 5 sebanyak 29 siswa. Untuk jawaban cukup baik sebanyak 19 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 sebanyak 6 siswa, XI ips 3 sebanyak 7 siswa dan XI ips 5 sebanyak 4 siswa. Sedangkan untuk jawaban kurang baik sebanyak 3 siswa daru kelas XI Ips 1.
2)      Untuk butir soal nomor 2 jumlah siswa yang menjawab menarik dalam penerapan metode pembelajaran picture and picture yaitu sebanyak 96 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 yaitu 33 siswa, XI ips 3 sebanyak 33 siswa dan XI ips 5 sebanyak 29 siswa. Untuk jawaban cukup menarik sebanyak 8 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 sebanyak 2 siswa, XI ips 3 sebanyak 2 siswa dan XI ips 5 sebanyak 5 siswa. Sedangkan untuk jawaban kurang menarik terdiri dari XI Ips 1 ada 3 siswa dan XI Ips 5 ada 1 siswa.
3)      Untuk butir soal nomor 3 jumlah siswa yang menjawab bisa lebih memahami materi dalam penerapan metode pembelajaran picture and picture yaitu sebanyak 57 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 yaitu 18 siswa, XI ips 3 sebanyak 20 siswa dan XI ips 5 sebanyak 19 siswa. Untuk jawaban cukup bisa lebih memahami sebanyak 42 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 sebanyak 16 siswa, XI ips 3 sebanyak 13 siswa dan XI ips 5 sebanyak 11 siswa. Sedangkan untuk jawaban kurang memahami sebanyak 7 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 yaitu 4 siswa, XI ips 3 sebanyak 2 siswa dan XI ips 5 sebanyak 3 siswa.
4)      Untuk butir soal nomor 4 jumlah siswa yang menjawab tidak menemui kesulitan yang berarti dalam penerapan metode pembelajaran picture and picture yaitu sebanyak 65 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 yaitu 21 siswa, XI ips 3 sebanyak 22 siswa dan XI ips 5 sebanyak 22 siswa. Untuk jawaban cukup  menemui kesulitan yang berarti sebanyak 35 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 sebanyak 16 siswa, XI ips 3 sebanyak 12 siswa dan XI ips 5 sebanyak 9 siswa. Sedangkan untuk jawaban  menemui kesulitan yang berarti sebanyak 6 siswa yang terdiri dari kelas XI ips 1 yaitu 1 siswa, XI ips 3 sebanyak 1 siswa dan XI ips 5 sebanyak 2 siswa.
5)      Untuk butir soal nomor 5 semua siswa menjawab bahwa dengan menggunakan metode picture and picture dalam proses pembelajaran geografi diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar.

No.
Aspek
XI IPS 1
XI IPS 3
XI IPS 5
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
1.
Penerapan metode yang baik
35
3
35
-
33
-
2.
Pembelajaran yang menarik
35
3
35
-
32
1
3.
Pemahaman materi
34
4
33
2
30
3
4.
Tidak menemui kesulitan
21
17
22
13
22
11
5.
Diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
38
-
35
-
33
-
JML

125
27
125
15
117
15


Dari hasil diatas dapat disimpulkan setiap kelas memiliki point sebagai berikut :
Kelas XI IPS 1 = 125 x 38 / 27 = 175,92
Kelas XI IPS 3 = 125 x 35 / 15 = 291,66
Kelas XI IPS 5 = 117 x 33 / 15 = 257,40

Dari point-point diatas maka dapat disimpulkan bahwa poin terbanyak ada pada kelas XI IPS 3, dengan 291,66. Semakin banyaknya poin membuktikan bahwa prioritas pada kelas tersebut menjawab YA daripada kelas-kelas yang lain.
Itu menandakan bahwa terdapat minat belajar dari ketiga kelas tersebut, dan yang paling tertinggi minatnya ada pada kelas XI IPS 3. Dibuktikan juga pada hasil belajar di bawah ini.

Hasil belajar siswa kelas XI IPS

No.
Kelas
Rata-rata nilai materi 1 (metode ceramah)
Rata-rata nilai materi 2 (menggunakan ode picture and picture)
Peningkatan
1.
XI IPS 1
79
82
3
2.
XI IPS 3
81
85
4
3.
XI IPS 5
80
83
3

Jumlah rata-rata
80
83
3,3

Berdasarkan hasil belajar dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada pelajaran geografi pada materi persebaran fauna di dunia dengan menggunakan metode pembelajaran picture and picture, kelas XI IPS 3 merupakan kelas yang tertinggi dalam hasil belajar, hal ini disebabkan minat belajar yang tinggi pula.


5.      KESIMPULAN DAN SARAN

a.     Kesimpulan
          Kesimpulan yang dapat diambil dari minat dan  hasil penelitian yang telah kami lakukan terhadap siswa MAN Purwokerto 1 kelas XI IPS 1, 3 dan 5 dengan menggunakan metode pembelajaran picture and picture pada materi persebaran fauna di dunia adalah dengan menggunakan metode ini siswa dapat meningkatkan minat dan  hasil belajar yaitu dari 80 menjadi 83 , karena siswa secara langsung mempraktekan dengan menentukan  wilayah-wilayah persebaran fauna di dunia dan  juga siswa dapat mengetahui dan melihat berbagai jenis fauna yang terdapat di seluruh dunia yang sebelumnya belum pernah ditemui walaupun hanya dalam gambar.
       Selain itu dengan menggunakan metode picture and picture siswa dapat dengan baik melakukan pembelajaran karena metode ini dianggap menarik menurut siswa, kebanyakan dari siswa tidak menemukan kesulitan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode ini serta dapat memahami materi pelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

b.    Saran
       Saran yang dapat kami sampaikan yaitu agar tenaga pendidik dapat menggunakan metode picture and picture dalam penyampaian materi persebaran fauna di dunia karena dengan metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


DAFTAR PUSTAKA

Fauzi, Rahmat. 2012, Penerapan Metode Pembelajaran Picture and Picture untuk meningkatkan Motivasi Belajar Biologi Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 14 Surakarta.  Tersedia :
Farida, Devi Suryaning. 2009. Penggunaan media word square dalam pembelajaran             bahasa arab sebagai upaya peningkatan kemampuan kosakata siswa kelas XI SMA 02 Muhammadiyah Wuluhan-Jember. Tersedia :

Haryadin, 2012. Pengertian Hasil Belajar. Tersedia :
http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/03/artikel-pendidikan-pengertian-hasil_25.html#ixzz20QEdZ5L7  diunduh pada 30 oktober  2012

Nurdiyanti, Gesa. Pengaruh model pembelajaran Word Square terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 47 Jakarta Pusat dan Mind map. Tersedia:
Munadi, Sudji. 2008. Penilaian Hasil Belajar. Tersedia :

Muhson, Ali. 2007. Penyusunan alat penilaian hasil belajar. Universitas Negeri Yogyakarta.  Tersedia :

Fransisca Sukma, Silvia. 2010. Kelebihan Dan Kekurangan Model-Model Pembelajaran Inovatif. Tersedia :

 

Blogroll

Blogroll2